Sabtu, 19 Mei 2012

Alasan Mengapa Di Lift Indonesia tidak ada Angka 4

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
[imagetag]

Pernahkah anda-anda ketika berkunjung ke mall / hotel / gedung pada saat menaiki lift atau elevator tidak menemukan lantai 4 tetapi lantai 3A ? pasti saya rasa pernah. Hal tersebut membuat kita heran sebagai pengunjung dan bertanya-tanya mengapa. Ini bisa terjadi karena sebuah kepercayaan, seperti hal-nya angka 13. Mengapa itu bisa terjadi, pasti ada jawaban-nya mengapa !!!. dan kenapa Tidak untuk angka 4 ( empat ).

Di sebagian besar lift yang ada di Hongkong atau nomor-nomor apartemen di Taiwan angka 4 ini jarang sekali digunakan. Seperti angka 13 yang dipercaya membawa celaka di berbagai negara lain, angka 4 menjadi tabu untuk digunakan. Termasuk di Indonesia, gedung-gedung yang dimiliki oleh sahabat kita ras kuning angka 4 bisa di bilang di haramkan.

Kepercayaan ini dianut bukan oleh kalangan orang cina saja, bahkan perusahaan Canon di Jepang pun takut oleh angka 4 ini sehingga untuk model digital camera nya, mereka tidak berani menggunakan nama model PowerShot G4 melainkan langsung melompat dari PowerShot G3 menjadi G5.

Bahkan ada satu hotel di Jakarta dimana pemiliknya begitu percaya sekali terhadap ramalan feng shui, sehingga di seluruh hotel miliknya tidak ada satu pun angka 4, mulai dari no kamar s/d no lift, boro2 angka 4, angkat yg bisa dijumlahkan menjadi 4 pun telah dihilangkan sama sekali seperti angkat 13 (1+3) ato 22 (2+2) ato 24. Bahkan ketika saya berkunjung ke salah satu mall terbaru di Blok M, pada lantai 4-nya tertulis 3A.

Sumber: lintas.me
129798

Mr. X 19 May, 2012


-
Source: http://blogger--iseng.blogspot.com/2012/05/alasan-mengapa-di-lift-indonesia-tidak.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar